Tampilkan postingan dengan label roy europe trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label roy europe trip. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

love padlocks

"A couple takes a padlock and gets it engraved with their names, date they met, married or the date they attached the padlock to the bridge, heart shapes and in some cases small poems. 
Then the couple goes to the bridge, which has a pedestrian walkway or path, and attaches the padlock to the bridge railing. To seal the deal and signify that their souls are eternally locked together the couple then throws the padlock key over the edge of the bridge into the river. 
Symbolically the couple has joined together forever and thrown away the key so that their love will never end just as the padlock will never be opened."
Hohenzollernbrucke, Koln. November 2010
 Turnamen Foto Perjalanan Ronde 15 : "Pasangan"

Jumat, 28 September 2012

Amsterdam - 2 derajat

 21 November 2011, hari Minggu, 13:00.
Prinsengrach menuju Dam Square,
menyusuri kanal tanpa suara, sepasang sepatu menjejak jalan. perempatan jalan, mata sabar menanti, merah berganti hijau. pasang kaki lainnya, berjalan cepat. seandainya di kota asal, semua bisa mengira sesuatu sedang terjadi. semua berjalan cepat, pandang lurus, bergegas ke tujuan masing-masing. kerah jaket semakin dilekat, ikat syal mengencang, kedua tangan bergesek, uap nafas mencium telapak tangan. Amsterdam siang hari itu,
2 derajat celcius.
 
 sepandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. tak ada sepenuhnya pintar membaca peta, seorang terjatuh juga. tak tahu arah, hanya berdiri diam di samping gereja. dua kali, bel berdentang. lebih baik bergerak, dari pada mati. beku menusuk. kemana kaki melangkah, tidak dilihat sebuah peta, tidak lagi. harus sebuah perjalanan adalah rencana, tidak juga baik.
 
 berjalan diam. disapa diam. bercerita dalam diam. 
bangunan-bangunan. di mana maestro sempat berteduh. 
ketika kecil, bagaimana mengeja "blambir".  
tiap helai lembaran kisah, dibaca, ungkap kelam masa lalu. 
Vincent Van Gogh, brandweer, Anne Frank.
 "The best remedy for those who are afraid, lonely or unhappy is to go outside, somewhere where they can be quiet, alone with the heavens, nature and God. Because only then does one feel that all is as it should be."
- Anne Frank
 ramai, berkabut, dingin. Dam Square. 
ting ting. laju sepeda. ding ding. menyingkir, trem membelah jalan.
di mana kamu teman, ditunggu di sini. bersandar di bangku taman, dari batu, dingin.
gelap, sepenuhnya berkuasa. kabut, melingkupi semua cahaya.
siang sudah dua, jangan tanya malam ini minus berapa.
tak pernah keluar dari sarungnya, tangan semakin membeku,
nafas semakin memburu, semakin berderu.

"di sana ada banyak bar, atau resto kalau kamu mau kita makan dulu."
"tidak, aku masih kenyang. lagi pula, hanya bir yang ku inginkan saat ini.
kedinginan, tapi ku hanya mau segelas bir dingin. aneh. hahaha."
"kalau begitu, semua di sini memang orang aneh. haha"
"baiklah, ayo kawan! ku tunjukkan salah satu yang terbaik di sini."
"apa itu?"
"jangan lihat labelnya. tanpa label, dunia ini akan lebih aman."
"aku sendiri, di negeri orang. kamu berbuat jahat, pun aku tidak tahu di mana pos polisi terdekat"
 "hahaha. tenang, akan aman, justru lebih aman dari yang biasa. aku tahu, tidak baik membawa teman sendiri ke tempat yang tidak aman."
"terima kasih. mari."

hanya dua blok. menghadap kanal tetap.
dari balik jendela. dipeluk hangat, dingin melirik iri di luar.
bukan segelas, dibayar harus 4 gelas.
dua dari Indonesia, 3 dari Belanda.
baru jumpa malam itu, tawa sudah lepas.

"Amsterdam, was a surprise to me..."

Amsterdam - 21 November 2011
(catatan kecil, ditemukan kembali di suatu malam, akhir September 2012)

Kamis, 07 Juni 2012

behind the Minnewater lies the Beguinage

"a sisterhoods of the Roman Catholic Church, founded in the 13th century, comprising religious women who sought to serve God without retiring from the world: the Beguines"
entered the Brugge old city from the south, then walk to the west side, and you'll find the Minnewater park lies. Lake of Love, the citizen of Brugge called it. a park where you able to enjoy the age-old view. the swans, the park, the castle-like restaurants, take a picture here, and you'll get perfect pictures. :)
at the one side of the Minnewater park, lies the Beguinage.
encircled by a wall and secluded from the town proper by two gates, this Beguinage comprises a green and beautiful courtyard surrounded by small dwellings. this is one of the gates, a bridge over a canal. it's bears the date 1776.
now, practically no Beguines live anymore. but their beautiful Beguinages still exist as museums, cultural centers or houses for elderly people in Brugge. other Beguinages in Belgium situated in Kortrijk, Gent, Lier, Turnhout, Dendermonde, Hoogstraten, Leuven and Diest.

there is one church still exist here, a rebuild and renovated church from 1609. first was built in the 13th century, destroyed by a fire in 1584. renovated into late baroque style church.
the houses also still exist. a lot of houses from the 17th and 18th century, and some were built in the 19th century in neo-gothic style. the largest and most impressive house situated behind the garden, it was the place that the 'grootjuffrouw' or 'grand-dame' lived when she ruled over the Beguinage.

a place for beauty, peace, and silence.

i visited this Beguinage in late November 2011. it was autumn morning. the yellow leafs, the autumn leafs, greets me at that time. the dew, cold air, and the mist.
i met no Beguine, but i know i can felt their presence. calm, and peaceful..

Rabu, 21 Maret 2012

Chateau de Modave - The Historical Baroque Residence

Chateau de Modave, atau Chateau des Comtes de Marchin,
terletak di desa Modave, provinsi Liege,
area lembah sungai Hoyoux, Belgia.

untuk datang ke tempat ini, harus melewati jalanan yang tidak terlalu lebar,
berliku-liku di antara hutan dan desa-desa kecil di Belgia.
sampai akhirnya tiba di jalan masuk,
satu jalan yang lurus diapit deretan pohon tinggi,
seperti memasuki wilayah sebuah kastil di negeri dongeng. :)
Chateau de Modave dibangun oleh keluarga Haultepenne and de Saint-Fontaine, kemudian dimiliki oleh Jean-Gaspard-Ferdinand de Marchin, seorang komandan militer yang merubahnya dari sebuah benteng abad pertengahan menjadi kediaman mewah bergaya Baroque. Meskipun sampai akhirnya, putranya, Ferdinand de Marchin menelantarkan bangunan ini untuk pergi tinggal di Perancis. Chateau de Modave juga pernah menjadi kediaman dari beberapa bangsawan Eropa, yakni Maximilian Henry of Bavaria, William Egon of Furstenberg, Baron Arnold de Ville, hingga Duke of Montmorency. Pada tahun 1941, kastil ini akhirnya dibeli oleh Compagnie Intercommunale Bruxelloise des Eaux (Brussels Intercommunal Water Company), dan dibuka untuk dikunjungi secara umum.
bangunan kastil ini dibangun sejak abad pertengahan, yang mana sebagian dari komplek bangunan hancur pada abad ke 17. setelah direstorasi kembali, akhirnya penampakannya berubah menjadi sebuah rumah peristirahatan mewah sebagai gambaran rumah bangsawan Eropa yang paling modern pada saat itu.
yang menarik untuk dilihat dari Chateau de Modave adalah kondisi interior bangunan yang terdiri dari ruang dan kamar yang dihiasi perabotan mewah bangsawan Eropa dari abad ke 17 dan 18 masehi. mulai dari lukisan-lukisan, lampu gantung, meja dan kursi berukiran detil, langit-langit, sampai perabotan makan yang tetap terjaga kualitasnya.
ada beberapa balkon yang menunjukan keistimewaan lokasi bangunan Chateau de Modave ini, yaitu pemandangan menyeluruh langsung ke arah lembah sungai Hoyoux.
tiap ruangan bisa kita masuki dan penjelasannya bisa didengar melalui audio-guide. ruang tidur utama yang masih utuh dengan segala macam perabotan mewahnya, ruang duduk untuk membaca, ruang tidur anak, bahkan sampai kamar mandi. memang namanya kastil, ukuran luas satu kamar aja kadang sudah bisa melebihi luas rumah ukuran sederhana di Jakarta. (^ ^!)
lalu juga bisa melihat kondisi ruang makan yang memang sudah diset seperti siap untuk digunakan. piring-piring, sendok, garpu, gelas kristal, bisa buat mata terpukau sama warna-warnanya yang cantik. boleh dilihat, tapi jangan dipegang, kalau pecah atau rusak, silahkan dibayangkan berapa harga gantinya. hehehe.
untuk kemudia ke lantai 2 dari bangunan utama,
melewati satu ruangan dengan lampu gantung besar. :)
di lantai 2 ini ada satu ruangan kapel, dan tentunya disewakan untuk umum lho! banyak wisatawan asing, dan mayoritas dari Jepang, yang menggunakan kapel ini sebagai tempat pemberkatan nikah. mungkin gambarannya seperti untuk bisa menikah di kastil seperti di negeri dongeng? harganya? bisa dikontak sendiri via website resminya. :)
>> http://www.modave-castle.be <<
ketika mengunjungi bagian lantai 2, ku mulai berpisah dengan rombongan lainnya.
hasilnya? ya, seperti biasa, lumayan nyasar. hahaha. sebenarnya bangunan utamanya tidak yang terlalu besar, tapi karena bangunan lama, akses masuk ke ruangan-ruangannya tidak biasa. dari mulai lorong-lorong, pintu yang saling menghubungkan antar kamar dan ruangan, sampai tangga kayu melingkar untuk ke lantai berikutnya.
dari naik ke atas, sampai akhirnya turun ke bawah.
apa yang ku temukan? yak, ruang bawah tanah. hahaha. *merinding*
di bagian lantai bawah, ada beberapa ruangan yang terbuka. ruang penyimpanan anggur, penyimpanan alat-alat berat (untuk pertanian dan kebun sepertinya), juga ruang bagian alat hidrolik, sampai....
dungeon, alias penjara bawah tanah.
pas masuk ruang penjara bawah tanahnya sendirian, bulu kuduk masih biasa saja. coba ambil foto, mungkin karena terlalu gelap, jadi hasilnya gak bagus, langsung hapus. hahaha. isi penjaranya ada beberapa ruang sel kecil, balok-balok beton plus rantai besi besar, sama jerami-jerami. kurang lebih begitu. kondisinya gelap, cahaya cuma masuk dari beberapa jendela. justru begitu mau keluar, baru ngerasa bulu kuduk berdiri. hahaha. *keluar secepatnya*
"Le château de Modave, édifié au Moyen Age, a été restauré et doté d’une façade classique qui le transformera en une élégante demeure de plaisance dont les jardins aménagés jadis à la française prolongent l’agrément.
Situé sur un piton rocheux dominant de 60 mètres la vallée du Hoyoux, le Château offre, notamment à partir de sa terrasse restaurée, une vue exceptionnelle sur la nature environnante constituant une réserve naturelle de 450 hectares.
"
pas di pintu keluar, ada mesin koin wisata. masukin 2 Euro, nanti dapat 1 koin khusus dari lokasi wisata tersebut. mesin seperti ini udah pernah ku lihat di beberapa lokasi wisata lainnya di sekitaran Belanda-Belgia memang, tapi cuma di Chateau de Modave ini akhirnya ku beli.
bangunan Chateau de Modave memang cantik, isinya juga jangan diragukan, tapi yang paling cantik sepertinya harus merujuk ke kondisi alam di sekitarnya.
visited in autumn, and yes it was picturesque, elegant, beautiful!
merci, le chateau de Modave!