Tampilkan postingan dengan label Ambarukmo Plaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ambarukmo Plaza. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Oktober 2008

refleksi di kamar gaya..

untuk keempat kalinya dalam seminggu, aku ke Amplaz lagi..
nemenin Dame n Ade buat belanja..
pas jalan di dalam Centro, Ade akhirnya tergoda oleh sebuah kemeja warna pink, dan masuklah dia ke fitting room buat nyoba baju itu.. and you know what Dame n Me did after Ade finished? yup, foto-foto! hahaha.. teteplah, foto-foto itu wajib!

Senin, 05 Mei 2008

siang hari mengantuk di Pastello..


ga ada kerjaan di kampus.
ku mau beli Soap Magz di Carrefour di Amplaz.
Dame mau komplain pulsa yang belum masuk di OkeShop Amplaz. jadilah kami berdua ini mengabsenkan diri lagi di Amplaz.

si Dame siyh dah dapet ice cream yang dia mau. chocolate taste dan banana di dalamnya. tapi ternyata yang ngabisin astornya malah aku. hehehe. gomen ne!

-----------------------------------------------------
02 Mei 2008
08:34 pm

Jumat, 02 Mei 2008

eiga wo mi ni ikimashita..

yah, ga ada kerjaan di kampus niyh. walaupun dah cukup terhibur dengan telah terbitnya Seinaru edisi April yang cukup memuaskan, aku, mba dania, mas isa tetep aja ngerasa 'kosong' di kampus. haduh, kami ini emang perlu aktivitas. hehehe.dan kami kembali berjalan menuju titik terluar dari kampus UGM, yup, menuju sebuah box tempat menunggu bisa yang bernama Trans Jogja untuk kembali mengabsenkan diri di Ambarukmo Plaza. hehehe. dan tema kali ini adalah mari menonton!


upsss, foto apa itu? theater 5? lah, kami bertiga bakal nonton di theater 4 kok!
dasar, aku terlalu kurang kerjaan dalam mengambil foto. hahaha!
dan ini lah suasana ketika mas isa n mba dania menaiki tangga. hehehe. kembali iseng ambil foto!


masuk kembali ke tempat ini. hohoho. penontonnya belum pada masuk, apakah kami terlalu cepat memasuki theater 4 ini? kami rasa tidak. ya kami rasa siyh. hahaha. ngomongin apa coba aku ini? (^-^ ;;)

pernah denger dari temenku yang orang Jepang. kalo di Jepang, ketika di bioskop kalau filmnya sudah selesai, penonton pasti akan masih rapi duduk di tempat duduk masing-masing untuk melihat daftar pemain mauapun kru filmnya sampai filmnya itu benar-benar habis. lah, kalau di Indonesia, filmnya udah selesai ceritanya, dan begitu masuk ke tampilan daftar pemain n kru film, yang ada adalah BUBAR! dan pastinya terjadi antrian cukup panjang di pintu keluar theaternya.


film dah selesai. keluar theater. keluar dari 21-nya. terus anterin kedua senpaiku ini beli roti. dan kami pun pulang. yah, belum cukup malam sih untuk ukuran kami, tapi udah agak malas juga buat berlama-lama di Amplaz.
pulangnya naik Trans Jogja!

Senin, 14 April 2008

ketika sore hari di Amplaz..

Sebuah penghabisan waktu (lagi) di Amplaz. Hanya bertemu dengan mereka di kampus FIB tercinta, dengan segera kami pun tiba di Amplaz.

Duduk di sebuah sofa, memandang bagian Amplaz yang berkilau ria. Menikmati beberapa kue yang bolong di tengah dan berselimutkan gula dan ditemani dengan air dingin yang berasa manis seperti rasa buah.

Mas Isa yang mungkin sudah merasa haus pada saat itu, dan Dame yang sejak dari perjalanan sudah ngidam minum ice-chocolate, terlihat sudah terpuaskan. Apa benar ya?? (^-^ )?

Setelah puas dengan berjalan-jalan mengelilingi empat penjuru Amplaz (ada ya? Hehehe..), kami pun tibsa di sebuah tempat makan. Mereka bertiga memilih tempat yang seakan mau menyidang diriku ini. Yah, hanya mba Mika yang sadar (dan menjadi narsis) pada saat ku ambil foto ini. (^-^)b

Mereka pun sadar saat aku ingin mengambil foto mereka lagi. Dan jadilah. Sebuah foto yang menurutku bagus. (^-^)/

Jumat, 11 April 2008

gedung itu berkilau..



gedung itu bernama Plaza Ambarukmo..entah mengapa orang-orang Jogja menjadi memanggil namanya dengan terbalik menjadi Ambarukmo Plaza,,sehingga menciptakan sebutan yang khas bagi dirinya,,Amplaz..



sebagian besar warga Jogjakarta tentu sudah mengunjungi bangunan itu..sebagian besar pun tentu ada juga yang belum pernah mengunjunginya..seperti seorang sensei saya yang mengatakan ia tidak mau kesana karena pendirian bangunan itu telah menghancurkan sebagian dari bangunan cagar budaya Jawa yang ada disebelahnya..

ya..memang ada yang belum dan jarang pergi ke bangunan itu..tapi..entah mengapa,,aku dah jadi semakin sering datang kesana..bersama seorang teman, atau beberapa teman, atau bahkan seorang diri..padahal bangunan itu termasuk biasa saja menurutku.."kurang greget"nya..terutama bila sudah kubandingkan dengan bangunan-bangunan berfungsi serupa di kota asal ku,,Jakarta..tapi,,ya,,Jogja cukup bersyukur memiliki bangunan itu..
setidaknya,,malam di Jogja semakin indah oleh kilau cahaya lampu yang dipancarkan oleh bangunan itu..

cahaya yang begitu tenang namun sangat elegan,,menurut saya..