ucapan selamat datang dalam bahasa Jepang itu dijamin bakal mulai makin sering terdengar di Grand Indonesia. satu lagi restoran waralaba dari Jepang buka : Mr.Curry. (dan dalam sebulan ke depan bakal buka satu lagi, Yoshinoya)
karena udah keduluan sama Laila-さん, akhirnya makan juga di tempat ini.
yang berhasil termakan yaitu nasi kare dengan telur omelet yang diberi potongan sosis dan dengan saus krim putih plus salad. minum jus jeruk dingin. (saking lupanya nama menu dalam bahasa Inggrisnya. XD)
penilaian: makanan, oke. minuman, biasa. suasana restoran: lokasi terlalu maksa, maaf saya ga bisa menikmati suasananya. (terutama di bagian 'teriakan' para pramusajinya ketika tamu datang dan diantarkan ke meja. maaf tapi cara mereka mengucapkannya masih 'gagap')
but, i'll go there again for sure.. i love カレーライス!
baru sekali itu jalan-jalan ke daerah Melawai, berawal dari temen minta ditemenin ke satu supermarket kecil yang nyediain barang-barang kebutuhan rumah tangga yang asalnya dari Jepang. tokonya itu ternyata ada di dalam satu bangunan, yang di lantai dasar ada supermarket, lantai dua diisi restoran, biro travel, laundry shop, video shop dan agen pengiriman barang yang 'sangat' Jepang. dengan gampangnya bisa terlihat, kayaknya justru orang Indonesia yang mungkin jadi asing di tempat ini. hehehe. :D nama tempatnya itu Papaya (supermarketnya).
kelar dari Papaya, karena memutuskan pengen ke Blok-M Square, jalan kaki deh akhirnya kesana. dan dari proses berjalan kaki itulah akhirnya bisa menyadari, ada daerah yang agak beda disini. :)
jalan dari Papaya ke Blok-M Square ternyata diisi beberapa toko, tempat hiburan dan kesehatan yang terlihat mengincar konsumennya yang orang Jepang. papan nama bertuliskan huruf Jepang, dekorasi bertemakan Jepang, dan sebagainya.
jadilah akhirnya keinget omongan temen yang pernah menyebutkan sesuatu. "there's a venue in south Jakarta that called as little Tokyo" this is it! little Tokyo in Melawai!
meskipun sayangnya, hehe, imej daerah ini juga sedikit tidak bagus. (sedikit atau benar tidak bagus ya?) kebanyakan yang ada disini itu klub-klub karaoke, bar dan sarana kesehatan yang berupa tempat pijat. jadi bisa dimengertikan dari mana imej buruknya?
tapi sedikit 'kebaikan' sepertinya tetep bisa muncul. :) ada poster yang ngumumin ada acara bertema kebudayaan yang akan digelar di area ini. mungkin ke depannya bakal lebih banyak orang tau tentang area Tokyo kecil di selatan Jakarta ini. :)
seperti yang sering dibilang, "satu buah gambar bisa lebih berarti daripada ratusan kata-kata", meskipun tergantung pada konteksnya juga. :D
take some pictures and share it! lets your friends know what you saw! :D here is some of mine..
-sudut Jalan Sudirman-
Intiland Tower. lokasi Jalan Sudirman, sampingnya jalan layang Karet. :) gedung yang disebut sebagai gedung pertama di Jakarta yg menerapkan teknologi ramah lingkungan ini ga ada duanya di Jakarta. pernah denger jg sebuah info yg bilang rancangan gedung ini tadinya untuk dibangun di Singapura, dan entah knp akhirnya malah dibangun di Jakarta. :D memang gedungnya sudah tua (terutama kalo kita masuk ke dalamnya), tp kalau kita liat dr luar, akan tetap memancarkan kekokohannya. plus, klo lewat pedestrian di depan gedung ini tiap sore, kalian bisa sadari, gedung ini merupakan sarang burung. hahaha. :D
Wisma Sudirman. nama jenderal besar Sudirman yang tercantum pada nama gedung ini seharusnya bisa menjadi sesuatu yang bs dibanggakan. disain bangunan memang masih 'bentuk lama', tapi coba liat, elegan!
dan kesan yang ku dapet pas jalan di depan gedung ini adalah, selalu ada petugas yang akan membersihkan bagian nama gedung ini dengan air bersih tiap paginya. :D
jalan Sudirman masih menjadi salah satu daerah di Jakarta yang memberi akses baik bagi para pejalan kakinya. area pedestrian yang lumayan besar, plus adanya lampu penerangan yang cukup, dan halte. haltenya bagaimana? ya itulah di gambar yang di atas. :D
tapi percayalah, salah banget orang yang ngerancang halte itu. pake keramik? pas hujan, mending jangan jalan lewat haltenya! bisa kepleset! licin!
jalur motor? jalur sepeda motor? hehehe. tidak ada komentar dulu untuk gambar yang satu ini. lihatlah, nikmati, dan coba petik sendiri cerita yang mungkin bisa kalian dapat. :D
i love this one!
ini bagian trotoar yang akhirnya mesti 'dilalui' penyangga jembatan penyeberangan. :D tiang-tiang jembatan penyeberangan yang besar, terkesan kokoh dan 'sombong'. :D
ingat ya, ada jembatan penyeberangan itu untuk dipakai dan untuk melindungi nyawa kita sendiri, menyeberang jalanlah di tempatnya. :)
hujan, macet. jadi terpaksa belum pulang. hahaha. resiko kerja di kota besar yang masih aja semrawut!
menunggu hujan reda, dan semakin malam supaya jalanan semakin sedikit lebih lengang, bolehlah kita meng-update blog dulu. :)
terinspirasi dari postingan si Dame (www.damainyadame.blogspot.com), mari saya perlihatkan juga yg satu ini :
this is my work desk! ;)
ada dua layar monitor yang setia menemani. halah! hahaha. sebuah keyboard hitam. sebuah mouse hitam. sebuah kalkulator hitam. mug tema Piala Dunia 2010 yg udah dibeli sejak 2 bulan yang lalu. ID Card. pulpen. dan yang setiap harinya akan hilir-mudik datang dan pergi : request forms!
inilah tempat berlaga tiap harinya. menghadapi tiap request forms yg datang tiap harinya. merancang tur via sistem. berkorespondesi via email dan juga sistem. kerjaan yang ga bisa lepas dari sambungan koneksi internet. koneksi internet mati? ya ga bisa ngapa-ngapain! XD
cuma berawal dr pesan di BBM sm Erick, temen sekelas pas kelas 2 SMP, akhirnya bs maen lg ke gedung SMP. itulah indahnya ketidak-terencanaan. :D
sebagian gedung sekolah udah terenovasi, sebagian lagi, nunggu turunnya anggaran. bs merasa bahagia jg ternyata sekolah ini bs direnovasi, mengingat klo dr dulu gw SMP sampe sekarang blm direnovasi jg, mau kyk apa ini sekolah. tp sedikit merasa sedih jg, bangunan baru, jelas bakal menghapus sebagian besar jejak kenangan. tepat banget kyknya dtg kemarin itu, krn sebagian bangunan memang udah terenovasi, sebagian lg belum.
bel kentongan, dipake di tahun pertama, pas gw kelas 1 SMP. fyi, dulu gw pernah 'ditugasi' untuk membunyikan bel kentongan ini lho. hahaha. :D
ruang kelas I-3, kelas gw dulu.. termasuk yg blm direnovasi, tp justru lega, msh bs gw liat. (T_T)
suasana kelasnya masih sama. dan jadilah gw wajib berfoto di lokasi yg sama tempat gw duduk pas kelas 1 SMP dulu! :D
pintu masuk ke ruang kelas II-5. belum terenovasi jg. segera tampaknya.
paling menyenangkan itu pas ketemu guru-gurunya. sebagian besar guru yg mengajar angkatan gw dulu ternyata masih ngajar disitu. ketemu dua guru yg ternyata jg msh inget sm gw. hahaha. "iya, kamu dulu itu anaknya rajin, pendiem banget!" < hahaha! sampe sekarang jg kok bu... ;p
sayang lupa banget untuk bisa foto sama guru-guru gw itu. tapi tenang, justru itu kan tandanya kunjungan gw kemarin itu bukan untuk yg terakhir kalinya. ;)
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
---meskipun ternyata puisi ini terbukti bukan buatan pak Habibie---
Waktu terus berjalan dan mau tidak mau kita semua harus ikut bergerak maju.
Banyak yang berpikir, “saat ini terlalu berharga, seandainya waktu bisa berhenti!”,
tapi tidak, waktu tidak akan berhenti.
kita bisa bahagia, alat penghenti waktu itu sudah tercipta. Kamera, yang bisa menangkap momen-momen berharga, yang bisa memberikan kita bukti nyata ketika momen bahagia itu terjadi.
Ada begitu banyak foto yang sudah tersimpan, tapi beberapa di antaranya selalu bisa memberikan kesan setiap kali dilihat. Dan bagi si pemilik blog ini, inilah beberapa di antara beberapa tersebut.
Sebuah kartu ucapan terima kasih dari teman-teman CheRits, Ritsumeikan University.
3 kali menjadi ketua dari tim Sastra Jepang UGM, total 6 kali ikut membantu kegiatan CheRits di desa Kalaijo, Bantul, Yogyakarta. Sudah berkali-kali terucap dari mulut ini, kami lah yang harus berterima-kasih, atas kesempatan yang diberikan untuk bisa belajar berbahasa Jepang bersama mereka. Dan terlebih lagi, untuk usaha penyuluhan-penyuluhan yang sangat berharga untuk saudara-saudara kami di Bantul yang telah dan masih mereka lakukan. Meski berbeda kebangsaan, berbeda bahasa, tetap bisa menjalin hubungan persahabatan, hal yang tak ternilai.
Kami selalu ceria.
Di banyak kesempatan ketika mengikuti kegiatan bersama CheRits, yang dilakukan adalah berkunjung ke banyak rumah warga untuk mendapatkan data. Dan hal itu selalu dilakukan di siang hari, ketika panas matahari sedang terik-teriknya. Kepanasan di siang hari, sampai kehujanan sampai basah kuyup di tengah-tengah jalur setapak di pinggir sawah pas lagi mengukur jarak jalan, semua udah didapat. Anggota CheRits berkali-kali mengkhawatirkan kondisi kami, meminta maaf akan beratnya kegiatan. Tapi tidak teman-temanku, ini negeri kami, tanah kami dilahirkan. Cuaca apapun, badan kami jelas terbiasa dengan itu, dan dengan foto ini, semoga bisa membuktikan, kami selalu ceria dan dengan senang hati melakukannya.
Foto di hari terakhir berkegiatan, di kesempatan terakhir bisa ikut sebagai anggota.
Kalau ku egois, ku pasti berusaha menahan laju kelulusan, mencoba selama mungkin tetap menjadi mahasiswa Sastra Jepang UGM, untuk terus bisa ikut berkegiatan dengan mereka setiap tahunnya. Tapi jelas tidak, kelulusan adalah sebuah keharusan, dan saya tidak bodoh untuk tidak sesegera mungkin melakukannya. Dan akhirnya ku lulus, foto ini pun jadi bukti, saat terakhir mengikuti kegiatan bersama Cherits sebagai anggota tim UGM. Kesempatan yang berharga.
Janji itu terpenuhi sudah.
“ku pasti datang lagi dan ikut kegiatan lagi sebagai OB!”
Itu janji yang sudah terucap ketika berpisah dengan mereka di kegiatan September 2009, saat terakhir ikut sebagai anggota tim UGM dalam kegiatan bersama CheRits UGM.
Sudah lulus, balik lagi tinggal di Jakarta, mendapatkan pekerjaan, membuat kesempatan memenuhi janji itu serasa lebih mudah meminta maaf dan melupakannya begitu aja. Tapi, janji adalah janji, dan akhirnya, ku bisa pergi kesana. Hanya bisa ikut kegiatan di satu hari, tapi cukup bisa melihat apa yang sudah dilakukan selama seminggu sebelumnya dan sebagai senior mereka, ku bisa yakin, mereka pasti bisa melanjutkannya dengan baik. Mungkinkah di antara mereka ada yang sadar, di hari itu, meski cuaca sedang panas-panasnya, ku tak bisa berhenti tersenyum. Bahagia.